Lampung Geh, Lampung Selatan – Prosesi adat Hitar Lawok menjadi penanda resmi berlayarnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Dalom 1 milik Pemerintah Provinsi Lampung di Dermaga 4 Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Jumat (14/11).
Kapal yang akan melayani rute Bakauheni–Merak ini dikelola BUMD PT Lampung Jasa Utama (LJU) bekerja sama dengan PT Damai Lautan Nusantara.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal hadir mengenakan pakaian adat Lampung berwarna coklat serta topi adat bertuliskan “Ratu Suttan”.
Ia berjalan menuju Ramp Door kapal untuk memimpin langsung prosesi adat Hitar Lawok.
Prosesi dimulai dengan doa di depan Ramp Door KMP Dalom 1, dilanjutkan dengan penyiraman air dari tujuh sungai dan kembang tujuh rupa yang dilakukan oleh Gubernur Mirza, Wakil Gubernur Lampung, serta Ketua DPRD Lampung.
Ritual tersebut menjadi simbol penyucian dan permohonan keselamatan bagi kapal selama beroperasi.
Ketua DPRD Lampung, Ahmad Giri Akbar kemudian menyerahkan kendi berisi air dan bunga kepada Gubernur Mirza sebagai bagian dari prosesi adat.
Gubernur Mirza kemudian memecahkan kendi tersebut sebagai tanda melepas kapal untuk menyeberangi lautan.
“Bismillahirrohman nirrohim,” ucap Mirza sembari melemparkan kendi tersebut.
Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menegaskan, rute Bakauheni–Merak adalah salah satu jalur penyeberangan tersibuk di Indonesia. Karena itu, Lampung sebagai gerbang Sumatera harus ikut berperan dalam penyediaan layanan transportasi laut.
“Kami sudah puluhan tahun punya keinginan untuk berkontribusi menyeberangkan masyarakat Lampung ke Jawa dan sebaliknya. Alhamdulillah, keinginan itu terwujud dengan hadirnya KMP Dalom 1,” ujar Mirza.
Ia menambahkan, kehadiran kapal ini menjadi langkah awal bagi daerah dalam menghadirkan moda transportasi laut yang dikelola pemerintah provinsi.
“Meski cuma satu kapal, kami mengantarkan masyarakat kami ke Pulau Jawa dan mengantar masyarakat kami pulang ke kampung halamannya. Semoga Kapal Dalom 1 ini bisa pindah dari Dermaga 4 ke Executive,” kata Mirza.
KMP Dalom 1 dilengkapi berbagai fasilitas seperti tiga ruang VVIP, ruang ekonomi, ruang rapat, kantin, family room, playground, mushola, toilet, serta fasilitas lesehan. Kapal ini mampu mengangkut hingga 200 penumpang dan 200 kendaraan.
Sementara itu, Tokoh budayawan Lampung, Ansori Djausal menjelaskan, tradisi Hitar Lawok merupakan simbol pengantaran atau pelepasan, layaknya melepas pengantin.

3 weeks ago
15






















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399871/original/087136600_1762030910-Real_Madrid_s_Kylian_Mbappe__centre_left__celebrates_with_Eder_Militao_valencia.jpg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399868/original/038050400_1762030637-Juventus__Filip_Kostic.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399867/original/092098400_1762030524-AP25305750064045.jpg)


