Polisi mengamankan sejumlah demonstran di Polda Bali, Sabtu (30/8). Massa di Bali menggelar unjuk rasa menuntut kematian driver ojol Affan Kurniawan di Jakarta diusut tuntas.
Demo tersebut terjadi di sejumlah daerah di Indonesia termasuk Bali. Di sana aksi diikuti oleh masyarakat sipil, ojol hingga mahasiswa.
Ricuh pecah ketika polisi mencoba membubarkan demo. Sejumlah massa tampak diamankan pihak kepolisian saat proses pembubaran paksa berlangsung.
Lengan sejumlah bagian dari massa diapit dua orang polisi lalu menggotongnya masuk ke dalam arena gedung. Ada 5 orang demonstran yang diamankan pihak kepolisian.
Sejumlah petugas kepolisian juga tampak terluka pada saat pembubaran paksa. Sebuah kaca pada dinding gapura pintu masuk area parkiran Gedung Ditreskrimsus Polda Bali pecah dirusak massa.
Belum ada keterangan dari Polda Bali yang menjelaskan alasan massa diamankan. Sampai saat ini, polisi masih memukul mundur massa agar membubarkan diri.
Pantauan Kumparan, demo diawali dengan orasi dari mahasiswa, sopir ojol, dan masyarakat sipil. Massa juga melakukan vandalisme di gapura Gedung Polda Bali dan melempari polisi dengan botol plastik. Koordinator lapangan beberapa kali meminta massa tak terprovokasi.
Pesan redaksi: Demonstrasi merupakan hak warga negara dalam berdemokrasi. Untuk kepentingan bersama, sebaiknya demonstrasi dilakukan secara damai tanpa aksi penjarahan dan perusakan fasilitas publik.