Pakar UGM: Rekrutmen 1,3 Juta PPPK adalah Keputusan Rasional

2 days ago 10
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA, – Pakar kebijakan publik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Subarsono, menyatakan bahwa rencana pemerintah untuk merekrut 1,3 juta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) merupakan keputusan rasional. Hal ini dinilai sesuai dengan kondisi ekonomi Indonesia saat ini untuk mengatasi kekurangan sumber daya manusia (SDM) di berbagai instansi pemerintah.

"Itu adalah keputusan yang rasional dalam jangka pendek dan menengah dengan melihat kondisi ekonomi negara saat ini untuk mengatasi kekurangan SDM di instansi pemerintah baik di pusat maupun di daerah, dan sekaligus mengurangi pengangguran bagi PPPK yang sudah selesai kontraknya," ujar Subarsono dalam keterangannya di Yogyakarta, Rabu.

Menurut Subarsono, kebijakan ini berdampak positif pada manajemen SDM, karena tenaga PPPK dapat mengisi kekurangan di sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Dari sisi keuangan, skema PPPK juga mengurangi beban anggaran negara karena tidak ada kewajiban pensiun.

"Pemerintah dan masyarakat mendapat keuntungan karena layanan publik dapat dipenuhi," tambahnya.

Namun, Subarsono juga mengingatkan bahwa dari sisi kepegawaian, skema PPPK kurang memberikan keamanan psikologis akibat kontrak yang terbatas. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 49 Tahun 2018 Pasal 37, masa kerja PPPK paling singkat satu tahun, dengan perpanjangan untuk jabatan pimpinan tinggi tertentu paling lama lima tahun.

Data dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) menunjukkan bahwa jumlah PPPK saat ini sekitar 1,16 juta orang atau 25 persen dari total Aparatur Sipil Negara (ASN). Dengan tambahan 1,3 juta pegawai baru, jumlah PPPK akan menjadi lebih dari 2,4 juta orang.

Subarsono memperkirakan kebijakan ini sebagai solusi jangka pendek dan menengah yang dapat merespons kepentingan PPPK serta upaya pemerintah untuk meredam potensi gejolak sosial. Meski begitu, ia juga mengingatkan bahwa kebijakan ini bisa menimbulkan kesenjangan antara ASN dengan PPPK, terutama dalam menjaga loyalitas mereka.

"Ada peluang bagi pemerintah untuk mendapatkan tenaga dengan kompetensi yang tinggi, bahkan untuk memperoleh tenaga ahli. Namun, bisa saja kemungkinan untuk menampung tenaga honorer yang telah lama mengabdi tetapi belum lolos menjadi CPNS," katanya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article