Jakarta (ANTARA) - Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan Rapat Anggota Luar Biasa (RALUB) Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menetapkan kembali Budi Tampubolon sebagai Ketua Dewan Pengurus AAJI melalui keputusan aklamasi.
"Kehadiran Bapak/Ibu sekalian menegaskan komitmen bersama membesarkan industri asuransi jiwa. Saya percaya, dengan kolaborasi dan kerja keras, tiga tahun ke depan akan menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan dan memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," ujar Budi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Budi akan memimpin AAJI periode kepengurusan 2025-2028.
Budi menyampaikan arah kebijakan strategis kepengurusan baru yang berfokus pada empat hal utama, yakni peningkatan literasi dan edukasi asuransi jiwa, penguatan infrastruktur data melalui pembangunan pusat data industri yang terintegrasi, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, serta menjadikan Sekretariat AAJI sebagai center of excellence bagi industri.
Selain memilih Ketua Dewan Pengurus periode 2025-2028, RALUB juga menetapkan tiga Dewan Pengawas AAJI yaitu Firdaus Djaelani, Ricardo Simanjuntak, dan Randy Lianggara.
Mereka diharapkan mampu memperkuat tata kelola organisasi serta mendukung terciptanya industri asuransi jiwa yang sehat, berintegritas, dan berdaya saing.
AAJI menegaskan bahwa pengurus baru akan melanjutkan agenda transformasi industri, termasuk menjawab tantangan regulasi, memperkuat sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan, serta memastikan keberlanjutan industri melalui inovasi produk, digitalisasi, dan perluasan inklusi asuransi.
Dengan fondasi kinerja yang solid dan kepemimpinan baru, AAJI optimistis industri asuransi jiwa akan terus tumbuh, menjadi mitra strategis pembangunan nasional, serta memperluas perlindungan finansial bagi jutaan keluarga Indonesia.
Dalam RAT dan RALUB yang digelar di Jakarta, Kamis (28/8/2025) tersebut, Dewan Pengurus AAJI periode 2022-2025 memaparkan hasil kinerja dan keuangan AAJI sepanjang tahun 2024 sekaligus menjadi laporan terakhir dari periode kepengurusan yang berakhir pada tahun 2025.
Baca juga: AAJI sebut aset investasi asuransi jiwa Rp551,31 triliun per Juni 2025
Baca juga: AAJI: Asuransi jiwa bayar klaim Rp72,47 triliun pada semester I 2025
Baca juga: AAJI nilai industri asuransi jiwa miliki prospek positif pada 2025
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.